Trading Token dengan Strategi Sentiment Oscillator
Sentiment oscillator mengukur sentimen pasar token secara kuantitatif dari data sosial dan berita. Trader menggunakan oscillator untuk menentukan overbought atau oversold akibat FOMO dan FUD. Strategi ini dikombinasikan dengan indikator teknikal untuk entry dan exit yang lebih akurat. Stop loss diterapkan untuk mengurangi risiko jika sentimen berubah cepat. Strategi sentiment oscillator cocok untuk scalping, swing trading, dan trading jangka pendek karena membantu trader memanfaatkan psikologi kolektif investor token.